BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Kota Bandar Lampung, Effendi Yunus, dan Wakil Wali Kota Yusuf Kohar terlibat adu mulut pada Selasa (16/1) sore. Dari video yang beredar di kalangan wartawan, keduanya terlihat adu argumen namun tidak berlanjut sampai benturan fisik usai dipisah oleh ajudan dan beberapa pegawai PNS di lingkungan Kota Bandar Lampung yang ada dilokasi kejadian.

Saat dikonfirmasi, Yusuf Kohar membenarkan adanya perdebatan tersebut, ia mengaku hal tersebut sebagai bentuk pembinaan selaku atasan kepada bawahannya seorang kepala dinas (kadis). "Ya itu pembinaan saja, karena dia (Effendi) tidak profesional. Tidak menghormati atasan," kata Yusuf saat dihubungi Lampost.co, Rabu (17/1/2018).



Yusuf mengatakan segala saran dan pendapat yang baik dari dirinya merupakan sebuah masukan untuk satuan kerja terkait, dan bukan untuk dibantah. "Wali Kota dan Wakilnya itu punya kewenangan sesuai dengan porsinya. Misalnya saya, pembinaan dan pengawasan pegawai kedalam itu wakil. Bidang pemuda, perempuan, dan lingkungan hidup. Dan ini saya bicara tata ruang soal lingkungan hidup," kata dia.
Dia mengaku resah, karena setiap ucapan yang datang dari dirinya yang seorang Wakil wali kota dianggap bukan ucapan dari seorang pimpinan. "Apa omongan saya dibantah, saya berikan penjelasan yang benar berdasarkan undang undang. Karena namanya kepala daerah itu berdasarkan UU ada Wali Kota dan Wakil," kata dia.

Ketua Apindo Lampung ini mengaku menegur kadis, bahwa Dinas PP merupakan kunci pembangunan sehingga segala pengeluaran izin juga mesti berkaca dari peraturan perundang undangan yang ada. "Saya berikan pengarahan membangun itu tidak harus melanggar hukum. Seperti kolam, timbunan tanah, galian apapun, atau pemerataan apapun harus ada izin, inilah gunanya dinas tata kota dan pemukiman," ujarnya.
Namun Effendi justru merespons dengan berteriak menanyakan undang undang atau aturan yang dimaksud. "Padahal Kadis itu bertanggung jawab bukan kepada Wali Kota Herman HN saja, tapi wakil wali kota juga. Jadi mampu enggak dia profesional sebagai kadis," jelas Yusuf.
Kohar mengancam, ia bisa melaporkan Effendi ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) karena menentang atasannya. "Kalau anak buah tidak bisa menurut perintah saya laporkan. Semua kadis perlu tahu, yang namanya wakil wali kota itu juga atasan langsung. Ini artinya menjadi catatan saya," ucapnya.
Terpisah, Kadis PP Bandar Lampung, Effendi Yunus mengaku tak memiliki masalah pribadi dengan Yusuf Kohar. "Ya gak ada masalah personal apa apa. Saya ini kan sudah jadi pegawai 35 tahun. Kenapa emangnya kalau nanti dia mau jadi Plt. Wali Kota, begitulah kira kira," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR