BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sepintas mungkin tidak ada yang berbeda disiang itu, tepatnya pada Kamis 29 November 2018, di bundaran lampu merah depan gapura bertuliskan “Selamat Datang di Kota Bandar Lampung”.  

Menunggu nyala lampu rambu lalulintas dari merah menjadi hijau. Namun telinga seperti mendengar sebuah lagu yang tidak asing lagi, terdengar dari sebuah pengeras suara yang biasanya memberikan himbauan peraturan berlalulintas.  



Namun pada waktu siang menjelang petang itu, sebuah lagu wajib Nasional tersebut terdengar dengan jelas dari arah pengeras suara. “Garuda Pancasila, Akulah Pendukungmu, Patriot Proklamasi, Sedia Berkorban Untukmu, Ayo Maju Maju, Maju, Maju, Maju....

Sedikit heran dan bertanya dalam hati, pengeras suara yang kerap memberitahukan tentang taat dalam berlalulintas itu, mendengarkan salah satu lagu wajib Nasional Republik Indonesia.  

“Iya sudah dari pagi itu mas, lagu apa ya,  lagu Garuda Pancasila kalau enggak salah. Dari pagi suaranya lagu itu. Kayaknya yang ditengah kota juga sama kayak gitu,” jelas salah seorang warga setempat bundaran Rajabasa.  

Tidak lama berselang dari itu, lagu Garuda Pancasila berhenti terdengar di bundara Rajabasa, Bandar Lampung. Begitu juga dengan suara himbauan yang biasa diperdengarkan. Mungkin terjadi suatu masalah pada alat pengeras suaranya.

Tapi, mungkin lebih baik seperti itu,  disela-sela himbauan tentang saat berlalulintas. Alat pengeras suara itu dipergunakan untuk mendengarkan kepada pengendara yang melintas tentang nilai-nilai patriot kemerdekaan lewat sebuah lagu wajib nasional atau lagu kebangsaan.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR