BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Baru tiga hari yang lalu (15/10/2018) seorang pria yakni Usup (81) warga Dusun Tanjungrejo, Desa Natar, Kecamatan Natar Lampung Selatan, tertabrak kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang), kejadian serupa kembali terjadi.

Kali ini, menimpa Agus Pramudita Ananta Agung Pramudita Ananta (35) warga Gang sumber, Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Ia tertabrak di perlintasan kereta yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, Kebon Jeruk, Enggal, tepatnya di belakang SMA Arjuna, Rabu (17/10/2018) sekitar pukul 04.30 WIB.



Manager Humas PT. Kereta Api Divre IV Tanjungkarang, Sapto Hartoyo, mengatakan korban yang berprofesi sebagai buruh tersebut, tertabrak Lolo KA 3010 B, yang sedang melaju dari arah Garuntang menuju Stasiun Tanjungkarang di KM 11+3/4.

"Korban sepertinya berjalan di perlintasan. Lalu terpental hingga 3 meter dan mengalami luka di bagian kepala," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (17/10/2018).

Padahal, menurut Sapto, masinis KA Babaranjang tersebut berulang kali menyembunyikan semboyan 35. Semboyan 35 adalah semboyan suara yang dilakukan dengan cara masinis membunyikan suling (trompet/klakson) lokomotif secara panjang untuk menjawab kepada kondektur kereta api dan PPKA bahwa kereta api sudah siap untuk diberangkatkan.

"Sepertinya dia tidak mendengar semboyan 35 yang berulang kali dibunyikan Masini," katanya.

Pihak PT. KAI saat ini, telah membawa jenazah korban ke RSUD Abdul Moeloek."Kita bantu juga pengurusan jasa Raharja," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR