KALIANDA (Lampost.co)-- Aksi unjuk rasa warga Desa Sukajaya, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, disebabkan limbah PT Suri Tani Pemuka (STP) mencemari sungai Way Semen. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Lampost.co, aliran Way Semen yang tercemar bermuara dengan sungai lainnya yakni sungai Tanjung Ratu, Campang Kanan hingga Campang Tiga. 



Limbah perusahaan yang bergerak di bidang pakan ikan tersebut berwarna kuning dan berminyak mengotori aliran sungai, sehingga membuat warga sekitar khawatir akan berdampak kepada kesehatan. 
"Sudah sering limbahnya dibuang ke sungai, aroma nya kurang sedap, apalagi habis hujan seperti kemarin, " kata Wahab (47) warga sekitar, Selasa (14/8/2018). 

Aksi unjuk rasa dilakukan merupakan puncak kekesalan warga terhadap perusahaan tersebut, sebab protes yang disampaikan melalui Kepala Desa setempat selalu diabaikan. "Selama ini perusahaan tidak pernah peduli dengan masyarakat di sini," ujarnya. 

Sementara itu, Camat Katibung, Hendra Jaya mengakui jika selama ini PT STP tidak kooperatif terhadap pemerintahan Kecamatan Katibung. "Dengan kami saja tidak kooperatif apalagi dengan masyarakat," kata dia. 

Dijelaskannya, warga setempat sudah melayangkan protes karena limbah perusahaan PT STP sudah tiga kali, tapi selalu diabaikan. "Sudah tiga kali limbah di buang ke sungai dan sudah tiga kali warga protes hingga berakhir unjuk rasa," kata dia. 

Camat mengatakan PT STP dan warga Desa Sukajaya akan di mediasi terkait beberapa tuntutan. "Rencananya Rabu siang besok mediasi di kantor Kecamatan Katibung," kata dia.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR