BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Konflik antara ojek online dan ojek konvensional di Kota Tapis tidak ada habisnya. Kali ini pengemudi ojek online mitra dari Grab bike mendapat perlakuan tidak menyenangkan. Hega (25), warga Tanjungkarng, driver Grab bike mendapat perlakuan kasar, atribut dan jaket serta helm dirampas oleh oknum ojek pangkalan (opang) di sekitar Terminal Rajabasa, Minggu (8/10), ia juga sempat menerima pukulan di bagian kepala.

Kendati mendapat perlakuan tersebut, Hega dan rekan-rekannya yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Online (PPO) belum melaporkan peraka tersebut ke polisi. Walau, kategori tindak pidana murni, namun pihaknya tetap akan mengedepankan proses dialog. Sebab bagaimana pun juga Opang juga sama-sama satu profesi.



“Sementara kita enggak lapor dulu, usai menerima laporan korban tim unit reaksi cepat PPO segera menemui Hega. Setelah memastikan korban selamat, kita segera melakukan pendampingan. Selanjutnya Kami kumpulkan keterangan, kronologi kejadian, serta bukti-bukti di lapangan, dan tindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan tim advokasi kami," ujar Sekretaris PPO Reno S kepada awak media, Senin (9/10/2017).
Menurut Reno, Hega sendiri mengaku masih trauma. Namun dia berterimakasih dengan tim PPO yang mau membantunya. Sehingga dia mengaku tidak lagi cemas dan untuk kembali mengais rezeki sebagai mitra Grab bike pada.
"Kami upayakan negosiasi dulu ke Oknum opang itu dan lain-lain, tapi jika pelaku tetap ngotot, ya terpaksa kami tempuh jalur hukum. PPO memiliki perangkatnya yakni tim advokat yang siap menempuh jalur kepolisian hingga ke proses pengadilan," kata Reno.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR