JAKARTA (lampost.co) -- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia meminta label susu kental manis diubah (SKM). BPOM ingin susu kental manis tidak dikonsumsi anak di bawah tiga tahun.
 
Direktur Standarisasi Produk Pangan Olahan BPOM, Mauizzati Purba  mengatakan, pihaknya akan menerbitkan surat edaran untuk produsen agar memperbaiki promosi dan label SKM.
 
"Kami akan memberikan surat edaran kepada produsen terkait peruntukan susu kental manis yang hanya boleh sebagai topping makanan. Sementara dari sisi iklan diusulkan agar ada perubahan label menjadi tidak untuk anak di bawah tiga tahun," kata Mauizzati dalam keterangan terulisnya, Selasa (22/5/2018).
 
Berdasarkan kategori pangan BPOM yang dijelaskan dalam Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kategori Pangan, susu kental manis masuk dalam kategori pangan produk susu cair.
 
"Saat ini susu kental manis bagian dari produk susu. Boleh saja nanti diubah terminologinya, tapi harus dipertimbangkan juga SNI dan standar codex-nya," ujar Mauizzati.

Ketua Divisi Nutrisi dan Penyakit Metabolik Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Damayanti Rusli Sjarif mengatakan, persoalan susu kental manis bukan pada produknya, namun bagaimana produk tersebut digunakan.
 
"Susu kental manis ini dipakai di seluruh dunia, tapi penggunaannya di dapur, untuk memasak, membuat kue atau es krim. Namun di Indonesia susu kental manis dikasih ke anak dan bayi sebagai pengganti susu formula," kata dokter anak yang juga anggota IDAI ini.



 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR