BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Kuwait menjajaki investasi dan perdagangan dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Hal tersebut bakal dibahas saat kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Abdul Wahab Abdullah Al-Saqar ke Lampung pada 20—23 November 2017 mendatang.
Sekretaris Provinsi Sutono menjelaskan pihaknya tengah mempersiapkan menyambut tamu Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang akan datang ke Bumi Ruwa Jurai. Dalam kunjungannya, Dubes negara asal Timur Tengah itu menginginkan pembinaan terkait ekonomi, industri, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Nanti kami mempromosikan pariwisata di Lampung. Sebab, banyak yang perlu dilakukan dalam investasi di bidang pariwisata untuk daya bangkit perekonomian, seperti Taman Hutan Rakyat (Tahura) Wan Abdurahman, Teluk Kiluan, Gunung Anak Krakatau, dan Way Kambas," kata Sutono di kantornya, Senin (6/11/2017).
Kemudian di sektor industri yang turut memerlukan banyak sokongan dana dari luar pemerintah, di antaranya adalah kawasan industri maritim. Di samping itu, penambahan ekspor komoditas unggulan Lampung yang saat ini belum tersentuh, seperti lada dan kopi.
"Komoditas ekspor terbesar ke Kuwait saat ini adalah nanas kaleng, arang kayu, pisang, jus nanas, kayu manis, nata de coco, dan pasta kakao. Dari kunjungan nanti bisa diusahakan agar kopi bisa dikirimkan juga ke Kuwait. Kami dorong juga untuk mengambil hasil bumi, seperti lada," ujar dia.
Sebagai negara Islam, Kuwait juga akan ditawarkan untuk memberikan beasiswa pendidikan kepada anak pondok pesantren, anak petani, nelayan, atau anak kurang mampu lainnya yang pantas mendapatkan pembiayaan sekolah. "Kami juga akan tawarkan untuk membangun rumah-rumah ibadah," ujarnya. 

EDITOR

Isnovan Djamaludin

TAGS


KOMENTAR