BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- M Akbar (33) warga Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara, tertunduk diam di kursi pesakitan saat mendengar tuntutan 18 tahun penjara yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Almiyati di ruang persidangan Pengadilan Negeri Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (7/8/2018).

Terdakwa dijatuhi hukuman oleh Jaksa, lantaran kedapatan membawa 20 plastik bening ukuran sedang berisi sabu-sabu dengan berat 2.029,61 gram. Menurut Jaksa, terdakwa tanpa hak memiliki, menguasai, menyimpan, narkotika golongan satu bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.



Menurut Jaksa Almiyati, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana diatur dalam dakwaan kedua yaitu Pasal 114 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa M. Akbar selama 18 tahun dikurangi masa tahanan yang dijalani terdakwa dengan perintah terdakwa tetap berada didalam sel tahanan. Selain pidana penjara 18 tahun terdakwa dibebankan membayar pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan," kata Jaksa.

Perbuatan terdakwa berawal pada 20 Januari 2018 sekitar pukul 12.00 wib, dimana saat itu terdakwa mendapat perintah dari Abu Cik (DPO) untuk mengantar sabu kepada Imam Maulana (telah meninggal dunia) di Bandar Lampung. Lalu hari berikutnya terdakwa mendapat telepon dari orang yang tidak ia kenal. Saat itu, dia diperintahkan untuk bertemu di Jalan Helvita Meda untuk mengambil barang.

"Setelah mendapat barang, sekitar pukul 18.00 wib terdakwa berangkat dari Medan menuju Kota Bandar Lampung dengan menaiki mobil PO Siliwangi Antar Nusa pada 25 Januari 2018. Sekitar pukul 00.30 wib terdakwa tiba di Jalan Sukarno-Hatta, Rajabasa Raya, tepatnya disekitaran SPBU dan bertemu Imam Maulana dan menyerahkan barang jenis sabu. Saat transaksi itu terjadi, anggota polisi datang mengkap keduanya," kata Jaksa.

Bahwa benar, saat terjadinya penangkapan terhadap Imam Maulana dan terdakwa M, Akbar, keduanya melakukan perlawanan, saat itu petugas melakukan tindakan tegas dan terukur terhadap keduanya sehingga menyebabkan Imam Maulana meninggal dunia dan terdakwa dapat dilumpuhkan.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR