BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Armansyah (45), satu dari empat kurir sabu seberat 2 kg asal Aceh yang dituntut 18 tahun terisak menangis di bangku pesakitan. Terdakwa ini meminta keringanan hukuman terhadap majelis hakim yang menyidangkan perkaranya.

Dipersidangan terdakwa mengaku dia hanya disuruh ikut oleh terdakwa lainya, dia juga tidak pernah terlibat dalam kasus narkotika selama ini, selain itu Armansyah mengatakan jika dia merupakan tulang punggung keluarga yang masih membutuhkan penghidupan darinya.



Mendengar Armansyah menangis dengan serta nada bicara terbata bata majelis menyarankan supaya terdakwa jangan menangis karena semua dapat dipertimbangkan, meski terdakwa memohon belas kasihan Jaksa Penuntut Umum Ilsye Haryanti bersekukuh tetap pada tuntutan 18 yang ia berikan kepadanya.

Selain Armansyah, Irfani (23) Alias Ipan, Syarif (67), Hayudin (34) menyampaikan permohonan sama kepada majelis jika mereka menginginkan keringanan hukuman karena menurut ketiga terdakwa mereka masih memiliki tanggung jawab kepada keluarga.

Mendengar permohonan itu Hakim Ketua Mansur meminta tanggapan jaksa atas permohonan tersebut, lagi lagi jaksa Ilsye tetap bersekukuh pada tuntutan masing-masing  masing 18 tahun  terhadap keempat orang tersebut. "Saya tetap pada tuntutan saya manjelis," kata Jaksa.

Jaksa Penuntut Umum Pada Kejaksaan Tinggi Lampung menjatuhkan pidana tuntutan terhadap emapt terdakwa kurir sabu sabu seberat 2 Kg asal Provinsi Aceh dengan pidana hukuman selama masing-masing 18 tahun penjara. 

Diruang Yustita Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa pekan lalu Jaksa Penuntut Umum Ilsye Heryanti menyatakan bahwa keempat terpidana bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat melakukan tindak pidana narkotika dan perkusor narkotika sebagai mana dimaksud dalam pasal tersebut, terdakwa tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima menjadi perantara dalam jual beli menukar atau menyerahkan narkotika golongan 1 jenis Sabu-sabu dengan berat 2 Kg.

" Menjatuhkan pidana penjara terhadap empat terdakwa dengan masing-masing 18 tahun penjara dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dan dengan perintah terdakwa tetap ditahan, selain pidana penjara terdakwa juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp1 Miliar Subsider 6 kurungan," kata Jaksa.

Jaksa Ilsye Heryanti mengatakan Empat terdakqa dikenakan Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotka. Menurut Jaksa sabu tersebut berasal dari Aceh, milik Agus (belum tertangkap), Agus menyuruh terdakwa Irfanai untuk mengantar sabu seberat 4 Kg, 2 Kg diantar ke Palembang, kemudian sisanya diantar ke Jakarta.

" Terdakwa Irfani tidak sanggup jika mengantar barang seorang diri, kemudian dia mengajak tiga rekanya dengan upah setiap orang mendapat Rp10 Juta, " kata Jaksa.

Pada saat mobil yang membawa sabu seberat 2 Kg melintas di Lampung Tengah,  direktorat narkoba Polda Lampung melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti dari dalam mobil berikut diamankan emapt tersangka.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR