KALIANDA (Lampost.co)--Meskipun pemerintah Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan melakukan gerakan bersih bersih pesisir pantai dan memasang papan larangan membuang sampah, namun masih banyak sampah berserakan di pesisir pantai.
Salah satu warga sekitar pantai Wayurang Kalianda, Rohili mengungkapkan walau pesisir pantai Kalianda sudah dipasang papan larangan membuang sampah, namun tetap tidak diindahkan oleh masyarakat yang tidak peduli dengan kebersihan. Bahkan papan larangan itu disingkirkan.
“Sampah pasar kebanyakan dibuang di pantai. Walau di sekitar pasar ada tempat pembuangan sampah, namun volume sampah tidak sebanding dengan lokasi yang ada, sehingga sebagian pedagang masih membuang sampah ke laut,” kata Rohili kepada Lampost.co, Kamis (26/10/2017).

Menurutnya, sudah lama pantai ini kotor. Sebab sepengetahuannya, aktivis lingkungan bersama pemerintah tingkat kecamatan Kalianda dan kelurahan Wayurang dan melibatkan mahasiswa serta pelajar melakukan gerakan bersih bersih pantai yang dimulai dari Dermaga Bom Kalianda hingga pantai Ketang, Kalianda.
“Pernah dua kali gerakan bersama sama membersihkan bibir pantai pada awal tahun 2016 dan 2017. Sekarang pantai sudah kotor lagi,” ujarnya.



Sejak beberapa tahun ini, sepanjang pantai di Kalianda dikelola oleh sejumlah kelompok sadar wisata (Pokdawis). Sehingga sebagian pantai nampak bersih dan indah.
Seperti pantai Kedu di jalan Sinarlaut, kelurahan Wayurang, Kalianda, yang semula jadi lokasi pembuangan sampah warga, kini menjadi lokasi wisatawam berburu sunset dan foto prawedding.
“Dulu menjadi tempat pembuangan sampah, Sekarang pantai ini hidup 1x24 jam setelah dikelola warga sekitar. Hasil dari pengunjung kita gunakan untuk membangun sejumlah fasilitas. Seperti ATV, istana balon dan pondokan yang kami bangun,” kata Bahrudin dan Rahmad anggota Pokdawis Pantai Kedu.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR