BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Tahun 2018, Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung memperoleh kuota bidik misi dari Kementerian Agama sebanyak 150 mahasiswa. Jumlah ini naik dibandingkan dari tahun lalu.

Kepala Subbagian Akademik UIN Raden Intan Lampung, Matin kepada lampost.co, Kamis (17/5/2018) mengatakan kuota bidik misi tahun 2018 mengalami sedikit peningkatan yakni berjumlah empat mahasiswa baru dari tahun lalu berjumlah 146 mahasiswa.



Menurut dia, sebanyak 150 kuota bidik misi tersebut akan dibagi kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur seleksi prestasi akademik nasional perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (SPANPTKIN) dan ujian masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (UMPTKIN).

"Kuota ini akan dibagi melalui dua jalur penerimaan mahasiswa baru nantinya. Untuk mendapatkannya mahasiswa harus berasal dari keluarga tidak mampu yang mempunyai prestasi di bidang akademik dan non akademik," ujar Matin.

Dirinya menambahkan, kendati telah memenuhi unsur seperti berprestasi dan mempunyai surat keterangan tidak mampu, pendaftar beasiswa bidik misi akan tetap disurvei ke tempat tinggal pendaftar oleh panitia.

"Pendaftar bidik misi tetap akan disurvei oleh panitia dimanapun tempat tinggalnya berada. Hal ini untuk memastikan bahwa calon penerima bidik misi selain berprestasi tetapi juga berasal dari keluarga tidak mampu," kata dia.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR