BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 22 Desember 2018 berpengaruh signifikan terhadap kunjungan wisata ke Lampung. Pasalnya, banyak masyarakat yang masih mengkhawatirkan kondisi destinasi pariwisata pantai dengan Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus siaga.

Kondisi itu membuat sejumlah pegiat pariwisata menggelar berbagai paket promosi wisata spesial pada awal tahun sekaligus meyakinkan masyarakat keamanan kondisi alam Lampung yang sudah berangsur pulih.



General Manager Hotel Horison Lampung Aditya Maulana menjelaskan bencana tsunami lalu berdampak multisektoral terhadap Lampung. Selain banyak korban jiwa dan ribuan rumah warga yang hancur, berefek pula pada bisnis dan pergerakan ekonomi, khususnya di bidang pariwisata.

"Bencana tsunami berpengaruh besar sejak Desember hingga Januari ini. Sebab, 30% konsumen kami membatalkan reservasi kamar hotel. Bisnis hotel Januari memang menurun, ditambah lagi ada bencana," kata Adit, Kamis (10/1/2019).

Untuk menarik kembali kunjungan wisata dan hotel, pihaknya memberikan berbagai promosi spesial untuk wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Senada, Marketing Communication Executive Swiss-Belhotel Windi Nopandra mengatakan pada Januari secara periodik menjadi masa penurunan tingkat hunian kamar hotel. "Kondisinya sekarang sangat sepi. Untuk itu, kami punya berbagai program, seperti menggelar perayaan Imlek," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Lampung Adi Susanto mengatakan destinasi bahari Lampung relatif sudah normal. Namun, memang harus masih menunggu penurunan status GAK ke level II untuk lebih melegakan wisatawan.

"Banyak wisata kita di luar bahari yang tetap unggulan, seperti pegunungan dan taman nasionalnya. Di tengah situasi terdampak musibah ini, perlu untuk menggalakkan dan mengangkat pariwisata ini. Semua pemangku kepentingan harus mulai rebranding Lampung agar bisa menarik kembali wisatawan," katanya.

loading...

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR