BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kapolresta Bandar Lampung Kombespol Wirdo Nefisco, ternyata menyoroti dua hal penting di wilayah Hukum Polresta Bandar Lampung, beberapa waktu belakangan ini.

Pertama vitalnya informasi penculikan anak, yang ternyata informasi hoaks. Kedua, terkait penyalahgunaan narkotika Dua hal tersebut, selain dilakukan penyelidikan hingga Penindakan, Wirdo juga mengutamakan upaya preventif dan preemtif.



Untuk Hoaks, pihaknya akan menguatkan sosialisi ke masyarakat, terkait penggunaan Smartphone, sosial media yang bijak dan tepat, sehingga tak mengeyam hingga menyebarkan informasi hoaks, hingga sosilaisasi undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tentang perubahan Undang-undang nomor 11 Tahun 2018 tentang ITE, agar tidak ada lagi orang yang menyebarkan informasi hoaks, hingga mereka jadi tersangka akibat ketidaktahuan mereka.

"Benar atau tidaknya, tetap kita tindak atau kroscek (red informasi dugaan pencuilkan anak, tapi yang jelas kita kuatkan penyuluhan ke masyarakat nanti, program binmas," kata dia saat berkunjung ke kantor Surat Kabar Harian Lampung Post, Jumat (16/11/2018).

Kemudian, untuk penyalahgunaan narkoba, termasuk indekos yang saat ini kerap dijadikan tempat peredaran narkoba,pihaknya juga bakal menguatkan sosialisi bahaya narkoba, baik di sekolah, di tiap kecamatan, hingga di kost-kostan. "Ini nanti kita kuatkan upaya sosialisasi juga," katanya.

Selain itu upaya represif juga terus berjalan, untuk menangkap pelaku, dari pengendar hingga bandar. "Sebulan itu Kasatnarkoba saya tergetnya dan dibantu jajaran Polsek  ungkap minimal 40 kasus," katanya.

 

 

EDITOR

Firman Luqmanulhakim

TAGS


KOMENTAR