BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sopian Sitepu & Partners, Penasehat Hukum Bupati Nonaktif Mesuji, Khamami, menyatakan apa yang disebutkan Saksi Wawan Suhendra sekaligus Sekertaris Dinas PUPR Mesuji dalam persidangan Senin (22/4), bahwa ada aliran dana fee proyek untuk pejabat Polda Lampung kala itu sebesar Rp200 juta ke pejabat Polda Lampung adalah tidak benar. 

Menurut Sopian, pernyataan saksi harus segera diklarifikasi mengingat pemberitaan saksi yang menyebutkan Khamami selaku Bupati di Kabupaten Mesuji telah memberi uang kepada Kapolda dan Wakapolda senilai Rp200 juta tersebut dari uang fee proyek infrastruktur di kabupaten tersebut.

Berita Terkait: Rp200 Juta Uang Silaturahmi Fee Proyek ke Kapolda dan Wakapolda



"Jangan sampai hal-hal seperti ini merusak nama baik orang lain, saksi harus mengklarifikasi ucapanya, jangan sampai nama orang tidak bagus apa lagi yang disebutkan itu pejabat utama Polda Lampung," kata Sopian saat dikonfirmasi, Rabu (24/4) malam.

Pada intinya, lanjut Sopian, kliennya tidak pernah membenarkan adanya pemberian uang kepada siapa pun termasuk pejabat Polda Lampung pada Mei 2018. "Pak Khamami sudah menyampaikan apa yang diucapkan saksi Wawan itu tidak betul, dan dia siap menjelaskan secara rinci pernyataannya di persidangannya nanti," kata Sopian.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri Brigjenpol, Dedi Prasetyo, belum memberikan tanggapan secara rinci terkait dugaan aliran dana tersebut. Saat dikonfirmasi Lampost.co. "Terima kasih infonya," kata Dedi.

Mabes Polri, kata dia, belum mengambil langkah tersebut. Dia menjawab singkat. "Itu masih ranah KPK," katanya. Pejabat Polda yang dimaksud Wawan adalah kapolda dan wakapolda. Saat itu yang menjabat Kapolda adalah Irjen Suntana. Kini dia dipercaya menjabat wakabaintelkam Mabes Polri.

Sebelumnya mantan Wakapolda Lampung Brigjen Agesta Romano Yoyol juga membantah pernyataan Wawan. "Tanya aja sama bupati, kasih uang buat apa, Mas. Saya tidak pernah mau terima uang apalagi di rumah," kata Yoyol yang kini menjabat karo RBP Srena Polri. 

Yoyol juga menegaskan tidak mungkin main- main proyek apalagi terima uang. Diketahui, tersangka Wawan sebagai saksi untuk terdakwa kasus suap Sibron Azis dan Kardinal yang ditangkap tangan oleh KPK. 


 

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR