ORANG yang optimistis cenderung memiliki kualitas tidur lebih baik. Hal itu diungkapkan tim peneliti dari Universitas Illinois, yang mengamati sekitar 3.500 orang berusia 32—51. Para partisipan berasal dari sejumlah wilayah di Amerika Serikat (AS) yakni Birmingham, Alabama, Oakland, California, Chicago, dan Minneapolis.

Tingkat optimisme partisipan diukur dengan survei yang mencakup 10 poin. Misalnya, seberapa besar optimisme terhadap pekerjaan, atau masa depan. Skor paling optimis mencapai 30, sedangkan yang paling pesimistis sekitar 6.



Setelahnya, tim peneliti menilai kualitas dan durasi tidur, dari laporan para partisipan. Survei juga mencermati gejala insomnia, serta kegelisahan tidur. Terdapat hubungan signifikan antara optimisme dan berbagai karakteristik tidur. Kondisi ini dipengaruhi berbagai variabel, termasuk karakteristik sosial-demografis, kesehatan, dan gejala depresi. (MI/R4)

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR