KALIANDA (Lampost.co)--Memasuki masa panen, Pemerintah Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, menetapkan tarif retribusi jasa combine harvester atau mesin perontok padi yang beroperasi di desa tersebut. Para pengusaha yang memiliki alat mesin pertanian (Alsintan) pemanen padi tersebut ditarif Rp2 juta per musim.

Kepala Desa Kualasekampung, Budi Warkoyo, mengatakan pihaknya telah menetapkan retribusi pengoperasian alsintan combine harvester sebesar Rp2 juta per unit dari 15 unit combine yang ada. Retribusi tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama para pengusaha pemilik alsintan perontok padi itu.



"Kami sudah musyawarah bersama antara pengusaha, buruh tani, dan petani beberapa hari yang lalu di Balai Desa setempat. Jadi, kesepakatan bersama retribusi dari pengoperasian combine harvester itu sebesar Rp2 juta per musim. Sedangkan, ada 15 unit combine harvester yang diperbolehkan beroperasi di desa kami," kata dia saat dihubungi Lampost.co, Jumat (13/10/2017).

Menurutnya, tujuan dari penerapan retribusi tersebut untuk meningkatkan pendapatan asli desa yang akan digunakan buat  pembangunan masjid, perbaikkan jalan yang dilintasi combine harvester dan kegiatan pemuda.

"Retribusi itu akan kami bagi untuk aparat desa, Uspika (Camat, Kapolsek dan Danramil) dan pemuda di desa kami. Sebagiannya kami berikan kepada panitia pembangunan masjid di desa kami," katanya.

Setiap para pengusaha combine harvester, kata Kades, pihaknya tidak memberikan batasan bagi yang telah ditarif retribusi. Sehingga, mereka bisa mencari rezekinya masing-masing dengan kondusif.

"Semua lahan persawahan di Desa Kualasekampung ada 500 hektare yang akan di panen. Kami enggan mematok setiap pengusaha combine harvester. Kami bebaskan, yang penting tidak menimbulkan keributan," katanya.

 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR