SUKADANA (Lampost.co)--Warga miskin yang menerima bantuan dana Program Keluarga Harapan di Labuhanratu, Lampung Timur, dimanfaatkan pamong desa dengan mengutip uang pembuatan KTP sementara senilai Rp55 ribu. Karena syarat utama untuk menagmbil uang bantuan senilai Rp1 juta tersebut harus memiliki KTP dan KK, banyak warga membuatnya.

Sofiah (35), warga Desa Labuhanratu V, Kecamatan Labuhanratu, Lampung Timur, Rabu (19/7/2017), yang tidak memiliki KTP, akhirnya harus membuat KTP untuk mengambil uang bantuan dari pemerintah tersebut."Ya karena buat KTP susah jadi belum punya, untuk ngambil uang bantuan itu suruh buat KTP sementera yang biayaanya Rp55 ribu," ujar Sofiah.



Ia mengaku tidak keberatan dengan uang KTP sementara senilai Rp55 ribu itu, sebab itu menjadi syarat untuk mendapatkan bantuan pemerintah sebesar Rp1 juta.
"Ya kami kan warga miskin, uang Rp1 juta sangat berguna, jadi enggak apa harus banyau uang KTP sementara Rp55 ribu," kata dia.

Sementara itu tokoh masyarakat Kecamatan Labuhanratu, Burhan mengatakan di Desa Labuhanratu yang mendapat Program Keluarga Harapan sebanyak 20 orang, dan ironisnya dari 20 orang, 3 tidak memiliki KTP dan 17 tidak memiliki Kartu Keluarga (KK).
 Sehingga momen tersebut dimanfaatkan oleh pamong desa setempat untuk menarik uang pembuatan KTP dan KK, kata Burhan.
Pembuatan KTP dibandrol Rp150 ribu dan KK 150 ribu."Namun sebelum KTP asli jadi suruh buat KTP sementara dengan biaya Rp55 ribu," ujar Burhan.

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR