KALIANDA (lampost.co) -- Kepolisan Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, menggagalkan penyelundupan ikan arwana di areal pemeriksaan Seaport Interdiction pelabuhan penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan. 

Kepala KSKP Bakauheni, AKP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan sebanyak 27 ekor ikan arwana jenis golden red berhasil diamankan pihaknya. 



"Keseluruhannya 27 ekor dengan berbagai macam ukuran," kata dia, Senin (27/8/2018). 

Ikan arwana tersebut dibawa dari Pekan Baru, Riau menggunakan jasa pengiriman barang Dakota, dengan tujuan Bekasi menggunakan kendaraan truck box B-9480-KEU yang dikemudikan Didik Siswo Trilaksano (48) warga Temanggung, Jawa Tengah. 

"Berdasarkan resi pengiriman barang, ikan arwana berasal dari Pekan Baru tujuan Bekasi," ujarnya. 

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kendaraan tersebut, Minggu (26/8/2018) sekitar pukul 16.00, terdapat satu koli berisi satu kantong berjumlah satu ekor ukuran besar, satu koli berisi dua kantong berjumlah dua ekor ukuran sedang, satu koli berisi tiga kantong berjumlah tiga ekor ukuran sedang, satu koli berisi empat kantong berjumlah dua puluh satu ekor ukuran kecil.

"Pengiriman puluhan ikan arwana tertulis Perabotan rumah tangga dan tanpa dilengkapi dokumen," kata dia. 

Mantan Kasat Lantas Polres Lampung Utara itu menjelaskan penyelundupan puluhan ekor ikan arwana diduga melanggar pasal 31 UU 16/1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan ancaman pidana 3 tahun denda paling banyak Rp150 juta.

"Kami sudah koordinasi dan serahkan ikan arwana ke pihak karantina," ujarnya.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR