KRUI (Lampost.co) -- Tidak melibatkan media lokal, Pameran pembangunan Krui Fair, terkesan hanya acara seremonial tahunan yang menghabiskan anggaran. Hal itu dikatakan seorang tokoh masyarakat dari Kecamatan Way Krui Al Muhdar, Minggu (28/4/2019).

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pesisir Barat, selaku leading sektor pada kegiatan itu, kata Al Muhdar, seharusnya melibatkan semua masyarakat khususnya media lokal yang beraktivitas di kabupaten setempat. "Salah kalau mereka tidak menggandeng media lokal. Media lokal merupakan ujung tombak informasi pembangunan yang mengetahui langsung dan melakukan liputan setiap harinya di wilayah Pesisir Barat. Bukan hanya menjalinkan kerja sama dengan media pada tingkat nasional. Mereka kan jauh, jangkauannya juga jauh," ujarnya.



Apalagi, lanjut dia, kegiatan Krui Fair merupakan pameran pembangunan sebagai salah satu ajang promosi yang diharuskan berdampak makin banyaknya investor yang masuk untuk menanamkan modal di Pesisir Barat.

Terpisah, saat dikonfirmasi tentang mengapa DPMPTSP selaku leading sektor kegiatan Krui Fair 2019 tidak bekerja sama dengan media lokal dalam publikasi kegiatan itu,  Kepala Bidang di DPMPTSP Kabupaten Pesisir Barat, Khairul Anwar mengatakan bahwa pihaknya tidak seperti itu. Bahkan, secara maksimal pihaknya telah mengundang dan mengajak insan pers untuk ikut datang dalam kegiatan Krui Fair.

"Sebetulnya anggaran media itu seluruhnya dengan EO, karena itu menjadi satu kesatuan di lelang. Dalam RAB-nya ada belanja publikasi. Tetapi EO yang pegang anggarannya. Dari awal rekan-rekan media dikasih tahu. Enggak ada istilah enggak dilibatkan. Undangan ke media tetap ada dan mengajak media lokal berperan aktif dalam menyukseskan Krui Fair 2019," pungkas dia.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR