BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Para pelukis mural underpass di Jalan ZA. Pagaralam, Simpang Universitas Lampung, Bandar Lampung, pada Minggu, 15 September 2019, sekitar pukul 03.00 dini hari, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari sekelompok orang yang tidak dikenal.

Damsi Koordinasi lapangan dari Kuas Lampung mengatakan. Bahwa sekitar pukul 03.00 dini hari tadi, sebuah mobil pribadi terlihat menerobos tanda pembatas yang terdapat pada jalur dari arah Rajabasa - Tanjungkarang.



"Dia menerobos tanda larang pakai mobil, terus maksa suruh nyingkirin cat yang ada dijalan alesanya mereka mau lewat, ya karena memang kita lagi kerja dan tanda jalan ditutup juga ada," ujar Damsi, Minggu, 15 September 2019.

Dirinya menjelaskan, bahwa diketahui didalam mobil tersebut terdapat 3 orang laki-laki dan 1 orang wanita dewasa. "Ditegor sama anak-anak, malah marah mereka, sambil nyuruh cat segala macam disingkirin mereka mau lewat. Kalau kata kami sih, mereka sengaja ganggu kerjaan kami," jelasnya.

Menurutnya, terdapat unsur kesengajakan pada kejadian itu. Sebab sempat orang dari Terminal Rajabasa sempat akan membantu para pelukis, namun ternyata mereka saling kenal, malah berbalik mengeroyok para pelukis .

"Begitu ribut-ribut ramai, orang-orang dari terminal lari ke underpas semua. Awalnya yang dari terminal mau nolong kita, tapi begitu diliat yang nerobos itu mereka kenal, malah ngebalik ngeroyok kami," ungkapnya.

Damsi menerangkan, pada saat itu para pelukis yang tengah berada dilokasi berjunlah 26 orang. Dan atas kejadian itu, pihaknya telah melaporkan ke kepolisian setempat untuk segera ditangani. "Ya ini kita lagi di kantor polsek Kedaton," tutupnya.

Sementara, Ketua Seniman Mural tersebut Kiki mengatakan kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 Pagi.

Awalnya rekan-rekan sedang mengejar deadline pelukisan mural underpass Unila. Kemudian ada sekitar 4 orang dengan satu kendaraan hendak menerobos jalur underpass yang tengah ditutup oleh rambu-rambu lalulintas. Mereka mengendarai mobil warna silver dengan plat nomor BE-2468-CN.

"Mereka ngotot kami, bilang enggak bisa soalnya kan ada rekayasa jalur, di situ juga ada alat-alat besar seperti scafolding dan lain-lainnya, kalau mau ya dipindahin sendiri aja dulu kata kami," ujar Kiki, Minggu, 15 September 2019.

Lantas empat pemuda tersebut tak terima, dan terjadi lah adu mulut antara mereka, terutama seniman mural bernama Andre (36), warga Rajabasa. Tiba-tiba Andre langsung dianaya.

"Andre dipukul 2 kali di mukanya," katanya.

Kemudian beberapa warga yang mengaku sebagai pamong setempat, menyambangi lokasi kejadian, dan bertanya. Lantas para seniman menceritakan kalau mereka baru saja dianaya, kemudian bukannya mereka dibantu, malah para warga yang mengaku pamong setempat menyerang balik para seniman mural.

"Kami dikejar-kejar alat-alat dirusak, motor-motor kawan dirusak, sampai Andre itu luka berat di kepala, dijahit, dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Lampung," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR