JAKARTA (Lampost.co) -- Ledakan terjadi di gudang penyimpanan barang bukti bom, komplek Mako Brimob Kompi I Srondol, Semarang, Jawa Tengah. Bagaimana ledakan bisa terjadi?

Berikut kronologi awal yang diperoleh Medcom.id dari kepolisian. Kronologi ini sudah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo.



Pukul 06.25 WIB

Petugas piket dari Mako Sat Brimob Polda Jateng mendengar suara ledakan dari arah gudang senjata. Tak lama berselang kepulan asap hitam membubung.

Pukul 07.55 WIB

Satu unit Mobil Damkar Kota Semarang tiba di Lokasi dan langsung memadamkan api yang masih berkobar.

Pukul 08.00 WIB

Mobil tangki air Gunung Ungaran masuk ke Asrama Brimob

Pukul 08.20 WIB

Kapolda Jateng tiba Lokasi Kebakaran Asrama Brimob Srondol Polda Jateng.

Pukul 08.27 WIB

Satu Unit Damkar dari Kabupaten Semarang datang ke lokasi.

Masih diselidiki

Polisi belum bisa menjelaskan penyebab ledakan dan kebakaran di gudang senjata Mako Brimob. Saat ini Inafis Polda Jateng masih terus menyelidiki.

Polisi memastikan hanya satu korban akibat peristiwa ini. Korban yang merupakan Komandan Gegana Brimob Jateng ini pun hanya mengalami luka ringan.

Meski begitu, gudang yang meledak dan terbakar mengalami rusak berat. Sejumlah rumah atau barang dan kendaraan yang berada di sekitar lokasi ledakan ikut terbakar dan dalam kondisi rusak berat.

Asap hitam membubung di komplek Markas Brigade Mobil (Brimob) Srondol, Kota Semarang, Jawa Tengah. Asap muncul tak lama setelah terjadi ledakan yang cukup keras sekitar pukul 07.05 WIB.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyatakan ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa bom Perang Dunia II, komplek Mako Brimob Kompi I Srondol, Semarang, Jawa Tengah.

"Ledakan terjadi di gudang penyimpanan sisa mortir, granat, dan bom dari Perang Dunia II yang sudah tidak terpakai. Bukan di gudang senjata Brimob. Jadi antara gudang penyimpanan sisa senjata dan gudang penyimpanan (amunisi), dipisahkan," kata Dedi saat dihubungi, Sabtu, 14 September 2019.

EDITOR

Abdul Gofur

TAGS


KOMENTAR