LIWA (Lampost.co) -- Para petani di Kecamatan Sukau, Lampung Barat umumnya enggan mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Alasanya, karena pengajuan klaim dana asuransi baru dapat diajukan jika tingkat kerusakan tanaman telah mencapai 75%.

Selain itu, kategori kerusakan akibat hama babi juga tidak dapat ditanggung oleh asuransi. Karena kerusakan hama yang ditanggung adalah serangan hama yang bersifat nasional. Sedangkan di wilayah Sukau serangan hama yang sering terjadi adalah hama babi.



Hal itu diakui oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sukau, Ansori pada Kamis (26/4/2018). Menurutnya, pihaknya sudah berulangkali menjelaskan tentang program AUTP kepada para petani di wilayah kerjanya dan petani pun sudah memahaminya.

Namun sampai saat ini, par petani di Sukau masih enggan bahkan tidak berminat dengan program AUTP. Para petani mengaku tidak berminat karena tidak semua kerusakan tanaman dijamin oleh asuransi. Seperti kerusakan akibat hama babi tidak ditanggung karena yang ditanggung adalah yang bersifat nasional.

"Setelah mereka mengetahui jika kerusakan akibat hama babi tidak ditanggung oleh asuransi, maka petani pun menjadi enggan," ujarnya.

Menurut mereka, kata dia, serangan hama tanaman yang paling sering terjadi di wilayah Sukau adalah hama babi yang disebabkan lokasinya berdekatan dengan hutan kawasan.

Sementara untuk serangan hama tikus, tingkat kerusakan ringan dan petani masih bisa mengatasinya. Kemudian untuk bencana alam, wilayah Sukau memiliki ketersediaan air cukup, bahkan selama ini belum pernah terjadi kekeringan sehingga tingkat kerawanan kekeringan juga rendah.

Karena itulah, petani di Sukau belum ada yang mendaftar program AUTP. "Hal ini berbeda dengan kondisi lahan pertanian di wilayah Lumbok Seminung, Suoh dan Bandarnegeri Suoh yang disana memang rawan terhadap kekeringan dan banjir karena daerahnya rendah," kata dia.

Ia mengatakan persyaratan klaim dengan syarat jika tanaman mengalami kerusakan sebesar 75% tersebut, menurut petani belum memihak ke petani. Pemberlakuan persyaratan klaim diharapkan dihitung dari 50% tingkat kerusakan atau menyebabkan hasil panen turun hingga 50%.

"Petani Sukau siap ikut AUTP jika klaim dihitung mulai dari 50% tingkat kerusakan. Kemudian hama babi juga masuk kriteria," kata Ansori.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR