PANARAGAN (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulangbawang Barat (Tubaba) mulai melakukan penginputan data penghitungan suara manual dari masing-masing tingkatan dari KPPS, PPS dan PPK dengan sistem hitung tertutup di kantor KPUD Tubaba jalan raya Diponegoro No.10, Tiyuh Mulyakencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah.

Sayangnya selama proses perhitungan berlangsung, KPUD setempat melarang siapapun untuk melihat jalanya penghitungan surat suara menggunakan sistem komputerisasi tersebut termasuk media massa. "Kecuali keluarga besar KPU, dilarang untuk masuk ke dalam," kata Agusman, satpam KPU setempat.



Dari keterangan Agus, hal tersebut dilakukan untuk menjaga suasana KPUD Tubaba tetap kondusif selama berjalannya penghitungan suara di masing-masing PPK hingga masuk ke Situng KPU. "Di KPU kan juga ada pendukung masing-masing calon jadi agar tidak menimbulkan ketegangan maka Situng tertutup untuk umum," kata dia.

"Pelarangan ini mulai diperketat dari tadi malam sekitar pukul 9.00 semua dilarang masuk sampai hari ini," kata Muhsin petugas PLN dari ULP Pulungkencana saat hendak memperbaiki perangkat di dalam ruangan.

Karena tidak diberikan akses, Lampost.co mencoba menghubungi ketua KPUD setempat, Ismanto Ahmad dan dirinya membenarkan bahwa ia memerintahkan kepada petugas keamanan untuk tidak memberikan akses kepada siapapun kecuali petugas dari KPUD Tubaba selama perhitungan suara berlangsung. "Iya, tertutup. Nanti lihat di server KPU pusat saja, kami kan hanya mengentri. Saran saya semua menunggu lah hasil real count KPU RI saja lah," kata Ismanto, melalui sambungan gawainya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR