BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Apabila surat suara Pemilu 2019 rusak pada saat disortir atau pelipatan, maka Komisi Pemilahan Umum (KPU) kabupaten/kota setempat akan lakukan sidang pleno. 

Ketua Divisi Logistik, KPU Lampung, Erwan Bustami menjelaskan hal itu, jika ditemukan kerusakan KPU setempat lakukan pleno jumlah surat suara yang rusak. "Kalau saat sortir atau pelipatan ditemukan surat suara rusak maka harus di plenokan," kata dia, Kamis (14/2/2019). 



Hasil pleno jumlah surat suara yang rusak KPU Kabupaten/kota itu dilaporkan ke KPU Lampung, selanjutnya diteruskan ke KPU RI untuk meminta ganti kekurangannya. "Hasil Pleno jumlah surat suara yang rusak dilaporkan ke kami selanjutnya ke KPU RI," kata dia. 

Seluruh surat suara Pemilu 2019 yang rusak selanjutnya dimusnahkan oleh KPU Kabupaten/kota yang bersangkutan paling lambat 16 April 2019. 
"Selanjutnya dilakukan pemusnahan surat suara yang rusak oleh KPU setempat paling lambat sehari sebelum masa pencoblosan," ujarnya. 

Pada saat KPU Kabupaten/kota lakukan pemusnahan surat suara, harus di saksikan Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Kepolisian daerah setempat. "Pemusnahan surat suara harus disaksikan Bawaslu dan Polri," kata dia. 

Terpisah, Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan mengatakan pelaksanaan pengamanan TPS dan gudang logistik akan diterjunkan personel secara maksimal sesuai dengan tingkat kerawanan yang sudah ditentukan. 
"Kalau di gudang logistik sudah di tempatkan personel untuk pengamanan," ujarnya. 

loading...

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR