BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung memberikan sanksi berupa peringatan keras terhadap Ketua KPU Lampung Selatan Abdul Hafidz.

Keputusan berupa peringatan keras merupakan hasil rapat pleno KPU Lampung yang sebelumnya sudah dilakukan berdasarkan klarifikasi internal kelembagaan penyelenggara Pemilu, baik klarifikasi yang diberikan oleh Badan Adhock/PPK maupun KPU Lampung Selatan.



Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono menjelaskan dari hasil klarifikasi didapatkan kurangnya perlindungan yang dilakukan Ketua KPU Lampung Selatan untuk membentengi Badan Adhock agar bekerja penuh motivasi berprestasi dan berintegritas. "Keputusan pleno KPU Lampung memberikan sanksi peringatan keras," ujarnya, Selasa (12/2/2019).

Keputusan KPU Lampung berupa peringatan keras diambil dalam rangka pembinaan, menjaga integritas penyelenggara dan sukses Pemilu Serentak 2019. "Untuk menjaga integritas penyelenggara dan sukses Pemilu," ujarnya.

Saat ditanya tidak ada sanksi non-aktif jabatan Ketua KPU Lampung Selatan, Nanang menjelaskan dalam manajemen hirarkis dari penyelenggara, KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dalam fungsi supervisi, maka KPU Lampung terhadap KPU kabupaten/kota adalah pembinaan kinerja. "Menurut UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, KPU Provinsi, Kabupaten dan Kota dibentuk dan ditetapkan serta dilantik oleh KPU RI," ujarnya.

loading...

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR