KALIANDA (Lampost.co) -- Guna menjamin hak pilih masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung, mensosialisasikan Pemilu kepada masyarakat yang berdampak bencana tsunami di Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Kamis (21/2/2019).

Pada kesempatan itu, KPU Lampung menyampaikan pentingnya Pemilu, demokrasi, jenis surat suara dan tata cara pencoblosan serta simulasi singkat kepada ratusan warga yang hadir. Selain itu, disampaikan juga syarat menjadi pemilih pada Pemilu 2019, serta tata cara warga yang hendak pindah memilih.



Ketua Divisi Sosialisasi dan Kampanye, KPU Lampung, Antoniyus Cahyalana mengatakan sosialisasi Pemilu dilakukan KPU Lampung dan KPU Lampung Selatan, di daerah yang berdampak bencana tsunami. "Bersama KPU Lamsel lakukan sosialisasi Pemilu. Banyak yang kami sampaikan dapam sosialisasi itu. Bahkan, simulasi singkat dilakukan untuk pemahaman masyarakat disana," kata dia.

KPU Lampung dalam Pemilu 2019, kata Antoniyus, pihaknya menjamin hak pilih masyarakat yang berdampak bencana tsunami, dengan terlebih dahulu terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Kami jamin hak pilih masyarakat, karena pada sesi dialog banyak masyarakat mengaku kehilangan dokumen administrasi," ujarnya.

Mantan Komisioner KPU Tanggamus itu menegaskan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rajabasa menjamin pendirian Tempat Pemungutan Suara (TPS) didekat hunian sementara warga.
"Nanti saat berlangsungnya pemilihan PPK Rajabasa akan dirikan TPS dekat hunian sementara warga," kata dia.

Sementara itu, Komisioner KPU Lamsel, Titik Sutriningsih mengatakan sosialisasi tersebut untuk memberikan pemahaman tentang pemilihan serentak kepada warga masyarakat yang ada di pengungsian dan terdampak tsunami. "Tentu untuk memberikan pemahaman pada masyarakat di pengungsian tentang pemilu serentak yang sebentar lagi di gelar atau jatuh pada pada 17 April 2019 mendatang," kata dia.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR