BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Lampung mencoret bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPRD Provinsi Lampung yang merupakan mantan koruptor.

Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Hukum, M. Tio Aliansyah mengatakan soal bacaleg Eks-Koruptor, Bandar Narkoba dan Pelaku kekerasan dan Asusila kepada anak. KPU Provinsi Lampung dan jajaran KPU Kabupaten/Kota tetap berpedoman kepada PKPU 20/2018 dan sesuai perintah SE KPU RI Nomor: 991/PL.01.04-SD/06/KPU/VIII/2018 tertanggal 31 agustus 2018.



Ia juga mengatakan terkait ada 3 bacaleg DPRD Lampung yang sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) pada rapat pleno. Bacaleg dengan inisial DMA dari Partai Demokrat dapil Lampung 5 pernag tersangkut kasus korupsi. Untuk AJS dari Partai Golkar dapil Lampung 7 dan BK dari PAN dapil Lampung 7, meskipun bukan sebagai mantan terpidana korupsi namun yang bersangkutan pernah terpidana hukuman percobaan selama 9 bulan.

"Mereka dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak menyerahkan 4 hal terkait administrasi yang menjadi syarat wajib calon pada saat mendaftar sebagai bacaleg," katanya

Syarat administrasi yang tidak dilengkapi tersebut yaitu surat keterangan dari kejaksaan, surat penyataan pimred dari media lokal atau nasional yang menyatakan yang bersangkutan sudah mengumumkan secara jujur dan terbuka dimedia bahwa pernah di pidana, bukti pengumuman d media dan salinan putusan Pengadilan Negeri.

Lebih lanjut ia mengatakan bacaleg tersebut dicoret. Untuk mekanisme penggantiannya sesuai dengan PKPU 5 Tahun 2018. "Kita tunggu penggantinya sesuai tahapan yang ada di PKPU 5 Tahun 2018 dengan berkas syarat pencalonan dan calon yang sudah lengkap dengan tidak merubah nomor urut caleg," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR