JAKARTA (Lampost.co)-- Sebanyak 10 nama calon panelis debat pamungkas calon presiden dan wakil presiden sudah dikantongi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sepukuh calon panelis merupakan para praktisi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
  
Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, sebenarnya KPU mengusulkan 11 nama calon panelis. Namun, dari 11 nama itu, baru 10 orang yang mengonfirmasi bersedia sebagai panelis debat. 
  
"Kita masih menunggu satu orang lagi yang kita minta kesediaannya. Jadi, renacana panelis itu 11 orang, yang sudah menyatakan bersedia 10 orang," kata Wahyu di kantor KPU, Jakarta, Jumat (5/4/2019). 
  
Adapun 10 nama calon panelis itu yakni; Rektor Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Nasih; Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman; Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Muhammad Arief Mufraini. Kemudian Dekan FEB Universitas Diponegoro, Dr. Suhartono; Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr. Herman Karamoy. Selanjutnya ada Dekan FEB Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si; Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Harif Amali Riva'i; Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono; Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D; dan Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti. 
  
Untuk moderaror debat kali ini, KPU kembali menunjuk dua jurnalis televisi. Mereka yakni Balques Manisang yang merupakan jurnalis TVOne dan Tomy Ristanto merupakan jurnalis NET TV. 
 
Pembahasan dan pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing-masing ini akan dilaksanakan Sabtu, 13 April 2019. Debat itu kembali mempertemukan kedua pasangan calon baik calon presiden dan calon wakil presiden. Paslon akan beradu visi, misi di bidang ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, perdagangan, serta industri.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR