BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mencoret bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) yang bermasalah. Apabila pada saat ditelusuri dan ditemukan ada bacaleg yang melanggar 3 pakta integritas maka akan dicoret dan tidak bisa digantikan.

"Masa perbaikan sudah lewat, apabila nanti ditemukan ada bacaleg yang melangar 3 pakta integritas maka akan dicoret atau dikosongkan dalam bacaleg dan tidak bisa diganti lagi," kata Komisioner KPU Provinsi Lampung Divisi Teknis, Ahmad Fauzan kepada Lampost.co, Rabu (1/8/2018).



Ia juga mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan bacaleg ditingkat DPRD Provinsi Lampung yang berpotensi bermasalah. Namun di tingkat Kabupaten Tanggamus ada bacaleg yang diduga mantan napi korupsi yang masih didaftarkan oleh partai politinya sebagai bacaleg.

"Nanti dicoret tidak memenuhi syarat. Kita juga menerima masukan dari masyarakat bila menemukan bacaleg yang bermasalah. Silahkan lapor kepada KPU," katanya.

Ia mengatakan setelah dilakukan verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon, maka dilanjutkan dengan penyusunan dan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) pada 8-12 Agustus 2018. Setelah itu pengumana DCS anggota DPR DPRD Provinsi Kabupaten/Kota dan persentase keterwakilan perempuan 12-14 Agustus 2018. Kemudian masukan dan tanggapan masyarakat 12-21 Agustus 2018.

Sementara itu,  Komisioner KPU Tanggamus Antonius Cahyalana menegaskan sampai pada semalam, Selasa (31/7/2018) ditutup perbaikan bacaleg Gerindra Tanggamus tidak menggantinya. Sebelumnya Bawaslu RI pada 25 Juli 2018 mengeluarkan relis bahwa di Kabupaten Tanggamus atas nama Al Hazar Syahyan dari Partai Gerindra diidentifikasikan sebagai bacaleg terpidana korupsi.

"Sudah kita minta agar diganti, tetapi parpol (Gerindra) tidak mengganti, jadi kemungkinan sesuai dengan PKPU nomor 20 tahun 2018 maka akan dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS)," tegasnya.

Dia juga menunggu gugatan judicial review yang diajukan ke Mahkamah Agung. "Kita lihat dulu nanti, karena ini katanya kan masih ada gugatan juga," tegasnya.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR