JAKARTA (Lampost.co)---Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan mengusut semua pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el). Termasuk, menelisik keterlibatan pihak eksekutif dalam hal ini mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo, selaku pemilik kuasa anggaran.

"Penanganan kasus KTP-el sedang berjalan. Fakta yang muncul di sidang tentu kita analisis," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (1/2/2018).



Agus beberapa kali disebut terlibat dalam proyek pengadaan KTP-el. Mantan Anggota DPR RI M Nazaruddin menyebut, Agus menerima fee dari proyek bernilai Rp5,8 triliun tersebut.

Agus disebut menerima uang melalui anak buahnya. Tak hanya itu, Agus juga disebut sebagai orang penting mengingat tanpa persetujuannya, proyek KTP-el tidak akan terlaksana.

Nazaruddin sendiri merupakan saksi kunci dalam kasus korupsi KTP-el ini. Semua hal yang diketahui tentang kasus ini menjadi perhatian khusus pihak lembaga anti-rasuah.

Febri tak menepis penyidik akan mendalami kesaksian Nazaruddin soal keterlibatan Agus. Menurutnya, semua kesaksian yang muncul akan disesuaikan dengan saksi lain untuk memperkuat konstruksi hukum dari kasus ini.

"Keterangan satu saksi akan dilihat kesesuaiannya dengan saksi lain atau bukti lain," pungkas Febri.

Sejauh ini, KPK baru menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus korupsi KTP-el tersebut. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka antara lain, Setya Novanto, Irman, Sugiharto, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Markus Nari, Miryam S Haryani, dan Anang Sugiana Sudihardjo.

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR