JAKARTA (Lampost.co)--Lagi kepala daerah ditahan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali Kota Malang Mochammad Anton usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pembahasan APBD Perubahan Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.
 
Anton yang mengenakan rompi tahanan KPK mengaku pasrah dan mengikuti proses hukum yang berjalan di Lembaga Antirasuah. "Ya kita ikuti saja," kata Anton di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
 Anton bergeming saat awak media mengonfirmasi perihal kasus dan penahanannya. Termasuk saat disinggung nasib pencalonannya kembali sebagai wali kota Malang 2018-2023.
 Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Anton ditahan di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta. Penahanan dilakukan demi kepentingan penyidikan. "Penahan 20 hari pertama," kata Febri.
Selain Anton, penyidik KPK juga menahan enam anggota DPRD Kota Malang yang menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mereka di antaranya, Ya'qud Ananda Budban, Heri Pudji Utami, Abdul Rachman, Hery Subiantono, Rahayu Sugiarti, dan Sukarno. "Keenamnya ditahan di Rutan KPK," jelas Febri.
KPK sebelumnya menetapkan Anton dan 18 anggota DPRD Kota Malang dalam kasus dugaan suap pembahasan APBD-P tahun anggaran 2015. Anggota DPRD Malang yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, HM Zainudin dan Wiwik Hendri Astut, masing-masing sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Malang.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR