BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi ke Pemkot Bandar Lampung, Selasa (28/8/2018). Ini merupakan kedua kalinya lembaga antirasuah itu mendatangi pemerintah Kota Tapis Berseri.

Seperti sebelumnya, tim KPK yang datang kali ini juga dipimpin oleh Ketua Tim Supervisi Pencegahan Korwil II Sumatera KPK RI, Adlinsyah Nasution.



"Saya hari ini fokus kepada penerimaan daerah. Mengurangi kebocoran kebocoran, saya ini tugasnya pencegahan, pencegahan proses belanja dan penerimaan, jangan sampai ada masalah, itu saja," kata dia usai menggelar pertemuan dengan Wali Kota Herman HN dan jajarannya di pemkot setempat, Selasa (28/8/2018).

Aldiyansyah mengingatkan kepada pemerintah daerah maupun wajib pajak agar tidak main main dengan PAD dan setoran pajak. "Saya mulai dari mengingatkan dulu nih, sekali dua kali tiga kali, kalau tidak mau diingatkan ya apa boleh buat," ujarnya.

Selain itu KPK juga mendorong agar pemerintah daerah menggunakan sistem serta peralatan agar PAD yang masuk bisa maksimal dan tidak ada kebocoran.
Dia pun mengingatkan agar pada wajib pajak tidak main main dalam membayar pajak apalagi sampai memanfaatkan sistem Self-assessment. Dimana Wajib Pajak (WP) menghitung, membayar, dan melaporkan sendiri jumlah pajaknya.

"Ini kita bangun sistem, perkara orangnya kembali ke orangnya masing-masing, kita sudah dorong nih, kalau orangnya tidak mau berubah ya apa boleh buat," kata dia.
Yang jelas, keberadaan KPK ke sini untuk memastikan para wajib pajak menyetorkan sesuai jumlah yang seharusnya. Untuk itu KPK terus mendorong pemkot agar memaksimalkan pemasangan tapping box.

"Kita harus memastikan setoran sesuai, kita pasang alat, kita gunakan alat tapping box sehingga pada akhirnya tahu transaksi dan harus dibayarkan. Alat itu juga akan memberi tanda jika dimatikan. Anda (pengusaha/WP) bayar dong sesuai dengan yang anda terima. Itulah  Self-assessment, kalau tidak seperti itu apa dong namanya," kata dia.

Terutama hotel, restoran, dan hiburan. Tiga sektor itu disoroti karena berpotensi menghasilkan PAD yang cukup besar, juga berpotensi besar mengalami kebocoran. "Kita akan minta kerja sama dengan bank daerah untuk membantu menyewa alat itu," kata dia. 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR