JAKARTA (Lampost.co)--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Malang nonaktif Rendra Kresna. Penahanan Rendra diperpanjang selama 30 hari.

"Yang bersangkutan diperpanjang penahanannya mulai 13 Januari—11 Februari 2019 atas suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan pada Dinas Pendidikan Pemkab Malang tahun anggaran 2011," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (11/1/2019).



Sebelumnya, KPK menetapkan Rendra dan pihak swasta Ali Murtopo (AM) sebagai tersangka pada Oktober 2018.

Rendra diduga menerima suap dari Ali Murtopo sebanyak Rp3,45 miliar. Suap dilakukan terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010—2013, khususnya proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP.

Pada kasus penerimaan gratifikasi, Rendra ditetapkan sebagai tersangka bersama pihak swasta lain yakni Eryk Armando Talla (EAT). Rendra dan Eryk diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pihak swasta sebanyak Rp3,55 miliar.

Dalam kasus suap, Rendra dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

BERITA LAINNYA


EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR