KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/5), mengagendakan pemeriksaan terhadap Direkur Utama PT PLN nonaktif Sofyan Basir.  Pemeriksaan perdana Sofyan sebagai tersangka terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1. 
 
"Rencanananya yang bersangkutan hari ini diperiksa dengan kapasitasnya sebagai tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati Iskak. 
 
Sofyan telah tiba di gedung KPK didampingi beberapa orang. Saat ini, ia sedang diperiksa oleh penyidik.  Sofyan merupakan tersangka teranyar setelah sebelumnya KPK menetapkan tiga tersangka lainnya, yakni Ketua Komisi VII DPR Eni M Saragih, mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan Johannaes Budisutrisno Kotjo, selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited. 

 Sofyan diduga bersama-sama membantu Eni dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari Kotjo untuk kepentingan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.



Sofyan disangka melanggar pasal 12 huruf a atau pasal 12 hurut b atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 
 

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR