JAKARTA (Lampost.co)---Bola panas kasus suap terkait pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah (Lamteng) Tahun Anggaran 2018 terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memanggil Sekretaris Kabupaten Lamteng Adi Erlansyah dan pengawal pribadi Bupati Lamteng bernama Erik Jonathan.

Selain itu, KPK juga memanggil Kepala Dinas (Kadis) Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Lamteng Madani, dan Sekretaris DPRD Lamteng Syamsi Roli.



Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Selasa (27/2/2018), mengatakan mereka diperiksa untuk tersangka J Natalis Sinaga yang merupakan wakil ketua DPRD Lamteng.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan dalam penyidikan kasus itu, KPK saat ini sedang mendalami proses pembahasan surat persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lamteng TA 2018 tersebut. Pihaknya menduga ada beberapa pimpinan DPRD yang menandatangani surat persetujuan
tersebut sehingga KPK akan menelusuri prosedurnya lebih dahulu.

Pada Senin (26/2/2018), lembaga antirasuah itu juga telah memeriksa empat saksi untuk tersangka J Natalis Sinaga. Keempatnya, yakni Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunardi, Wakil Ketua II DPRD Lamteng Riagus Ria, Wakil Ketua III DPRD Lamteng Joni Hardito, dan anggota DPRD Lampung Tengah Raden Zugiri.

"Dalam kasus Lampung Tengah itu, kami mendalami bagaimana proses pembahasan Rp300 miliar tersebut pada saat itu. Kami tanyakan juga kepada Ketua DPRD dan pengetahuan saksi itu sejauh mana. Apakah pernah dibahas di forum-forum resmi. Kalau pembahasan APBD tentu dibahas bersama, tetapi pembahasan surat persetujuan ini apakah juga dibahas bersama atau tidak," ujar Febri Diansyah.

 

EDITOR

Iyar Jarkasih

TAGS


KOMENTAR