Jakarta (Lampost.co) -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pengusutan kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) tidak akan mangkrak. KPK berjanji menuntaskan kasus tersebut.

 Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengakui pengusutan kasus ini berjalan cukup lamban pada 2014. Alasannya, penyidik KPK harus melakukan sejumlah kegiatan yang ruang lingkupnya sangat luas.
 
"Misalnya, harus cek ke seluruh Indonesia terkait KTP-el, kita juga harus berkoordinasi soal perhitungan keuangan kerugian negara," kata Febri di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Juli 2017.
 
Ia melanjutkan, perhitungan keuangan kerugian negara itu baru rampung pada pertengahan 2016. Setelah itu, KPK mengebut proses perkara dengan tersangka Irman dan Sugiharto.
 
Namun begitu, kondisi saat ini tentu berbeda dengan awal pengusutan kasus KTP-el. Pasalnya, penyidik juga sudah mengantongi bukti-bukti dan keterangan dari saksi dan tersangka sebelumnya.
 
Apalagi, selama proses persidangan dengan dua terdakwa, Irman dan Sugiharto berbagai fakta persidangan juga sudah terungkap. Hal ini lah yang menjadi pegangan KPK untuk terus mendalami perkara Setya Novanto.
 
"Tinggal kita lakukan penguatan terhadap sejumlah bukti-bukti khusus untuk kepentingan penyidikan tertentu," ujarnya.
 
Selain itu, KPK meminta masyarakat mengawal proses penyidikan kasus KTP-el dengan tersangka Setya Novanto.  "Masyarakat bisa mengawal dan mengawasi penanganan KTP-el ini, apakah diproses di KPK atau tahapan-tahapan selanjutnya, agar kita bersama-sama punya peran untuk mengawal penuntasan kasus ini," tegasnya.
 
Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan pihaknya tidak bisa memastikan apakah pengusutan perkara Setya Novanto bisa berjalan cepat. Pasalnya, penyidik KPK juga perlu informasi tambahan untuk mengusut kasus ini.
 
"Tergantung dengan proses dan informasi yang kita dapatkan," singkat Agus.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR