Kotabumi (Lampost.co): Setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, tim KPK hari ini, Rabu, 9 Oktober 2019,  menggeledah rumah dinas bupati.

Mereka juga melaksanakan tugasnya di beberapa ruangan yang dianggap berhubungan dengan proses tangkap tangan beberapa waktu lalu itu. Kabag Umum Setdakab Lampura, Herwansyah mengatakan pihaknya bersama dengan Pol-PP, membantu memenuhi berkas kelengkapan perkara itu.



"Itu yang digeledah, ruang tamu, ruang tidur Bupati dan ruangan anak-anak. Dan tidak banyak kalau yang dibawa tadi, cuma beberapa berkas. Tidak sampai bertas-tas," kata Herwansyah .

"Tadi kami sudah konperensi pers dengan kawan-kawan media, bersama Kepala Kasatpol-PP. Kurang lebih dua jam mereka melaksanakan tugasnya disana, untuk lebih jelasnya nanti kita tunggu informasi dari KPK, " terangnya.

Pada Rabu, 9 Oktober 2019, petugas KPK melakukan penyelidikan di dua tempat. Yakni di rumah jabatan dan Kantor Bupati, dan khusus di lingkungan kantor sekretarat daerah itu. Tim bertugas memberikan sosialisasi kepada beberapa Kepala Satker.

Mereka diberikan arahan agar bersikap kooperatif kepada pihak komisi antirasuah selama melaksanakan tugasnya di sana. Berdasarkan pantauan para kepala OPD silih berganti keluar kantor Sekretaritan Daerah, sekaligus kantor Bupati itu. Beberapa di antaranya bersedia memberikan komentar, serta bungkam meninggalkan kantor begitu saja.

"Ya tadi kami di atas, tepatnya di aula siger kami dikumpulkan. Ada kepala DPUPR, Syahrizal Adhar, Kepala Dinas  Sosial, M Erwinsyah, Kepala BPRD, Mikael Sarageh, Plt DLH, Welly Achmad, Plt DPKP, Adrian, dan lainnya, "kata dia saat dimintai komentar terkait kedatangannya  keluar ruangan.

Senada dikatakan oleh Kepala BPPRD Lampura, Mikael Saragih. Menurutnya itu sebagai bentuk pembinaan kepada satker untuk ikut membantu berjalan pemerintah yang baik. Pasca OTT kepala daerah di Lampung itu.

"Ya intinya pembinaan, tujuan dikumpulkannya kami disini tadi. Kurang lebih seperti itu tadi," tambahnya.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

TAGS


KOMENTAR