BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Jaksa Penuntut Umum KPK membenarkan jika dalam BAP Wawan Suhendar, jika dalam keterangan di persidangan bahwa ada uang Rp100 juta mengalir kepada Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulangbawang.

"Keterangan Wawan dalam BAP menyebutkan ada uang Rp300 juta. Rp100 jutanya untuk Kasi Intel Kejari Tulangbawang, itu pengerjaan proyek di 2018," kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto, Jumat (10/5/2019).



Jaksa Wawan Mengatakan pihaknya saat ini tengah fokus menyelesaikan perkara dua terdakwa. " Kita fokus atas perbuatan Sibron dan Kardinal dulu," katanya.

Dalam persidangan saksi Wawan Suhendar mengatakan bahwa benar ada ploting proyek di Kabupaten Mesuji yang dilakukan oleh Bupati Khamamik, meskipun ada saksi lain yang membantah hal tersebut.

Soal pemberian uang kepada beberapa pejabat yang terungkap dalam persidangan dua saksi yakni bupati non-aktif Mesuji Khamamik dan Kepala Dinas PUPR Mesuji Najmul Fikri menyangkal ada pemberian uang seperti yang dikatakan Wawan Suhendar. Namun Wawan pun bersekukuh dan mengatakan ada pemberian uang yang dia katakan sebelumnya.

"Najmul Fikri dan Kahamaik kompak mengatakan tidak ada. Sementara Wawan juga mengatakan dia tetap pada keteranganya, makanya kita lakukan konfrontir. Soal ada kebohongan hanya Tuhan dan pribadinya yang bisa menilai. Tapi keterangan Wawan diperkuat dengan pemutaran hasil sadap KPK yang mengatakan soal fee proyek," kata Jaksa Wawan.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR