LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 July
4104
Kategori Nasional
Penulis MTVN
Editor Winarko
LAMPUNG POST | KPK akan Terus Panggil 'Cluster Politik' Terkait Kasus KTP-El
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy Pujianto.

KPK akan Terus Panggil 'Cluster Politik' Terkait Kasus KTP-El

Jakarta (Lampost.co) -- Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengemukakan bila pemanggilan saksi-saksi untuk kepentingan kasus masih akan terus dilakukan untuk kasus KTP elektronik. Selama seminggu yang lalu KPK terus memanggil para saksi untuk kasus tersebut termasuk pemanggilan ulang dari saksi yang tidak memenuhi panggilan sebelumnya.

"Pemanggilan saksi masih akan dilakukan sesuai kebutuhan penyidikan. Saat ini kami masih memproses satu orang di tingkat penyidikan, setelah dua orang sebelumnya sudah disidang di kasus KTP-el ini," terang Febri saat dihubungi, Minggu, 16 Juli 2017.

Saat ditanya soal tersangka baru, Febri tetap menjawab bahwa kemungkinan tersebut tetap ada. Namun, pihaknya tetap harus berjalan sesuai dengan prosedur bahwa diperlukan bukti permulaan yang cukup terpenuhi.

Pada seminggu kemarin KPK telah memanggil berbagai nama anggota dan mantan anggota DPR terkait dengan kasus KTP-el. Namun, hingga kini, meski Ketua KPK Agus Rahardjo telah mengungkapkan akan adanya tersangka baru, KPK masih belum mau mengungkapnya. 

Padahal Agus juga telah membenarkan pihaknya telah melakukan gelar perkara terkait dengan kasus KTP-el. Terkait dengan hal tersebut, Febri menekankan KPK sangat berhati-hati dalam melakukan penanganan perkara.

Menurut dia, penetapan seseorang sebagai tersangka harus didasarkan bukti hukum dan bukan kepada tekanan politik. Meski sudah ada gelar perkara, bukan berarti sudah ada kecukupan barang bukti.

"Gelar perkara adalah proses untuk membahas perkembangan penanganan sebuah perkara," jelas Febri.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP-el ini KPK sudah memproses dua tersangka, yaitu Irman dan Sugiharto, yang sedang dalam proses pengadilan. KPK saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Andi Agustinus disebut sebagai pihak swasta yang bermain dalam kasus yang merugikan negara hingga sekitar Rp2,3 triliun dari nilai proyek yang sebesar Rp5,9 triliun itu. Beberapa saksi  terus dipanggil untuk Andi. 

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv