BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Lampung menyayangkan sikap Rakata Institute yang menganggap media di Lampung tidak berintegritas dan tidak terhormat.
Ketua KPID Provinsi Lampung, Tamri Suhaimi, mengatakan bahwa pihaknya sedikit kecewa terhadap pihak Rakata Institute yang merilis hasil surveinya secara terbuka dan terkesan diskriminasi terhadap media-media di Provinsi Lampung. "Ini kok hanya 7 media yang diundang, ini ada apa-apanya," katanya kepada Lampost.co, Sabtu (14/4/2018).
Ia mengatakan apabila memang Rakata kredibel dan bekerja sesuai metode penelitian secara benar, maka seharusnya Rakata mengundang semua media. Karena informasi mengenai calon pemimpin memang harus disebar luaskan kepada semua orang."Kalau rakata kredibel maka dibuka untuk semua, ya gak ada yang harus ditakutikan kalau hasilnya kredibel dan hasilnya bagus. Kalau prosesnya seperti kemarin maka ada apa-apa ini, apakah ada orderan dari calon tertentu atau memang survei ini tidak dilakukan secara prosedur ilmiah," katanya.
Tamri melihat proses lembaga survei rakata sangat aneh, hal tersebut dikarenakan pihak rakata tidak melibatkan semua media seolah-olah ada ketakutan apabila informasi hasil survei tersebar secara luas. Kemudian ia juga mengatakan rakata tidak melakukan transparansi informasi dan pemerataan informasi. "Kita meragukan kredibilitas rakata, apalagi belum terdaftar di KPU. Padahal semua lembaga survei yang menggelar survei harus terdaftar di KPU, inikan legalitas rakata dipertanyakan. Maka saya menilai rakata ini tidak kredibel dan hasilnya aneh," ujarnya.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR