BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Mantan Kepala Urusan (Kaur) Desa Tanjung Sari, Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Supangat didakwa melakukan dugaan tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Kalianda.

 



Jaksa Penuntut Umum Kejari Kalianda Achmad Rendra Pratama dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kelas 1A, Tanjungkarang, mengatakan Supangat didakwa melanggar pasal 2 dan pasal 3 ayat 1 Juncto pasal 18 Undang-Undang No. 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20/2001 tentang Perubahan atas Undang–Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHP Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

 

"Terdakwa sudah dengar apa kata jaksa. Terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Terdakwa dituntut pidana penjara selama 5 tahun kurungan, selain itu terdakwa dikenakan pidana denda sebesar Rp200 juta. Terdakwa juga dibebankan mengembalikan uang kerugian negara sebesar Rp116 juta, apa bila tidak dibayar maka akan ditambah pidana kurungan penjara selama 2 tahun," ujar Hakim Ketua pada persidangan, Senin (11/9/2017).

 

Menurut JPU, Supangat selaku Kaur Desa tidak membagikan beras raskin tahun 2013 kepada masyarakat. Namun, justru ia jual kepada Hf (DPO) yang merupakan karyawan Kasilog Kalianda. Ia ditugaskan untuk mengawal jalannya pendistribusian raskin hingga ke desa.

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR