LAMPUNG POST | lampost.co logo
2017 17 July
6278
Kategori Lampung
Penulis Febi Herumanika
Editor Sri Agustina
LAMPUNG POST | Korupsi Pengadaan Tower, Mantan Kadis Kominfo Pringsewu Divonis Setahun
Sidang korupsi pengadaan tower dengan terdakwa mantan Kadisinfo Pringsewu di Pn Tanjungkarang, Senin (17/7/2017). (Foto:Febi Herumanika)

Korupsi Pengadaan Tower, Mantan Kadis Kominfo Pringsewu Divonis Setahun

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kelas 1A, Tanjungkarang, menjatuhkan hukuman pidana selama 1 tahun penjara, serta denda Rp50 juta terhadap Mantan Kadiskominfo Pringsewu Sugesti Hendarto, Senin (17/7/2017).

Menurut Hakim Ketua Samsudin, terdakawa dikenakan pasal 3 Jo, Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI NO, 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 50 ayat (1) ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan Subsidair.

Menurut Samsudin, Berdasarkan fakta hukum, terdakwa sebagai kepala dinas telah menyalahgunakan anggaran tidak sesuai sebagai mana mestinya sehingga negara mengalami kerugian sebagai mana yang dimaksud.

"Negara mengalami kerugian sebesar Rp51 Juta lebih akibat perbuatan terdakwa. Hal tersebut sesuai dengan hasil audit BPK Perovinsi Lampung, unsur kerugian negara sudah terpenuhi, unsur secara bersama sama telah terpenuhi, maka perbuatan terdakwa secara sah terbukti menurut hukum," katanya.

Dalam dakwaannya JPU menjelaskan pada tahun 2015 Dinas Kominfo Pringsewu mengadakan Proyek pembuatan tower di Kabupaten Pringsewu dengan anggaran senilai Rp94 juta.

Dalam pengadaannya terdakwa meminjam perusahaan milik Arief Phasa untuk mengikuti proyek tersebut dan tidak melalui Rustiyan selaku Pejabat Pengadaan.

Pekerjaan yang harus dilakukan ialah membuat dua unit tower di Pagelaran 52 meter dan Kecamatan Pardasuka 52 Meter senilai Rp65 juta. Dua unit Radio senilai Rp 15 juta, dua unit PC senilai Rp 14 juta. Namun, pada pelaksanaannya para terdakwa tidak pernah melakukan pekerjaannya. "Atas perbuatan terdakwa telah merugikan Negara senilai Rp51 Juta," kata JPU.

LAMPUNG POST

BAGIKAN


TRANSLATE
  • LAMPUNG POST
  • LAMPUNG POST | Radio Sai 100 FM
  • LAMPUNG POST | Lampost Publishing
  • LAMPUNG POST | Event Organizer
  • LAMPUNG POST | Lampung Post Education Center
  • LAMPUNG POST | Media Indonesia
  • LAMPUNG POST | Metro Tv