BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran Maddwami, dijatuhi tuntutan selama 18 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri  Lampung Selatan lantaran terbukti melakukan dugaan korupsi pengadaan kapal penumpang di Kabupaten Pesawaran pada tahun 2016 silam.

JPU juga menuntut tiga terdakwa lainya yaitu Abu Chalifah, Candra Hadi masing-masing dituntut kurungan penjara selama satu tahun enam bulan serta denda Rp50 juta. Sementara untuk terdawka Sri Andawati dituntut kurungan penjara selama tiga tahun serta denda Rp50 juta.
Jaksa Penuntut Umum Kejari Lampung Selatan Andi Pranomo mengatakan, para terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 3 Jo pasal 18 ayat (1) undang-udang RI No.31 tahun 1999 tentang pemeberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-udang RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang-udang RI. No. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 kitab undang-undang hukum pidana. 



"Untuk terdakwa Sri Andawati dituntut tiga tahun lantaran dirinya tidak mengembalikan uang kerugian negara," kata Jaksa.
Setelah mendengar tuntutan JPU,  hakim ketua Syamsudin menunda persidangan hingga minggu depan dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan). Jaksa dalam tunturanya berkeyakini dalam pembuatan kapal yang menjerat para terdakwa terdapat banyak kejanggalan, seperti mesin kapal semestinya kapasitasnya lebih besar dipasang namun tidak sesuai, selain itu bodi kapal sehrusnya sesuai rab namun dibangun menggunakan tirplek, pada bagian kapal tidak ada faktor keselamatan.

 "Dari hasil investigasi BPK kerugian negara akibat perbuatan terdakwa mencapai Rp341 juta," katanya. Dalam dakwaan jaksa mengatakan, peroses lelang pengadaan kapal penumpang tersebut terdapat delapan perusahan yang mengkutinya, dari jumlah itu hanya dua perusahan yang memasukkan dokumen penawaran yaitu PT Panca Warna dengan penawaran Rp385 Juta, kemudian PT RR Jaya dengan penawaran Rp403 Juta.
"Dari hasil pemeriksaan dokumen  pengadaan dan berita acara evaluasi pelelangan menunjukkan bahwa CV RR Jaya keluar sebagai pemenang," kata Jaksa.
 

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR