PANARAGAN (Lampost.co)--Dua warga negara Korea Selatan berminat  berbagi ilmu dan pengalaman bercocok tanam jagung di kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) dengan teknologi yang mereka kuasai. Kedua WNA tersebut merupakan utusan resmi dari kedutaan Korea Selatan untuk Indonesia. 
Kepala Dinas Pertanian Tubaba, Syamsul Komar, saat dijumpai Lampost.co di rumah kolam milik Bupati Tubaba, Umar Ahmad, di kelurahan Dayamurni kecamatan Tumijajar, Selasa (28/11/2017), mengatakan mereka datang ingin mencoba teknologi yang sudah mereka terapkan selama ini di Indonesia, untuk diuji coba di kabupaten Tulangbawang Barat.

Menurut Kadis, teknologi yang ditawarkan kepada Pemkab Tubaba yakni cara menanam bibit jagung biasa yang dapat diprogramkan masa panennya. 
"Mereka memiliki cara untuk mengatur masa panen, bisa empat bulan, lima bulan atau enam bulan sesuai dengan keinginan dan hasil panenya pun berbeda, meski menggunakan bibit jagung lokal," kata dia. 



Sementara itu, dari pemantauan Lampost.co, kehadiran kedua ahli di bidang teknologi tanaman jagung tersebut disambut antusias oleh Bupati setempat, dari informasi yang dihimpun, Pemkab Tubaba telah menyiapkan satu hektare lahan untuk uji coba teknologi tersebut.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR