KALIANDA (Lampost.co)-- Korban tsunami di Desa Way Timur, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, berharap pemerintah segera merelokasi rumah mereka yang rusak setelah dihantam tsunami sepekan lalu. Hal itu diungkapkan Samhudi (65) salah satu korban tsunami asal Desa Way Muli Timur saat ditemui di Posko Pengungsian Desa setempat, Minggu (30/12/2018). Dia mengatakan mereka tidak akan pindah dari posko pengungsian sebelum direlokasi. "Rumah kami sudah rusak semua. Selagi belum di relokasi, kami tetap bertahan di Posko Pengungsian. Untuk itu, kami berharap segera relokasi," kata dia. Dia mengatakan ia bersama anak dan istrinya sudah trauma dengan peristiwa gelombang tsunami yang menghantam mereka. Bahkan, mereka tidak ingin membangun rumah tidak jauh dari bibir pantai. "Yang jelas, kami enggak mau lagi menetap di pinggir pantai. Sudah trauma dengan tsunami. Kami harap pemerintah bisa merealisasikan relokasi di tempat yang lebih tinggi," kata dia. Sementara itu, Sekretaris Desa Way Muli Timur, Santawi mengatakan dampak dari gelombang tsunami itu mengakibatkan 169 rumah di Desa tersebut rusak. Sedangkan, ada sekitar 1.300 orang sedang mengungsi di lereng Gunung Rajabasa. "Masyarakat kami sudah siap untuk direlokasi. Bahkan, kami sudah siapkan lahan kosong untuk dijadikan relokasi. Lahannya berada dia atas Lereng Gunung Rajabasa. Harapan masyarakat pemerintah segera merelokasi," kata dia.

EDITOR

Dian Wahyu

TAGS


KOMENTAR