KALIANDA (Lampost.co) --  Korban meninggal dunia dampak gelombang laut tinggi di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, Lampung Selatan, mencapai 58 orang, sedangkan yang luka sebanyak 242 orang. Diperkirakan jumlah korban yang meninggal dunia terus bertambah, karena masih banyak warga yang masih belum ditemukan.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kerusakan paling parah terjadi di Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, ratusan rumah permanen dan semi permanen banyak yang rata dengan tanah. Sedangkan beberapa desa lainnya kerusakan dialami rumah semi permanen saja.



Ratusan masyarakat di kedua Kecamatan tersebut, masih banyak mengungsi atau meninggalkan kediamannya. Sedangkan warga Desa Waymuli mengungsi ke tempat yang tinggi, daerah pegunungan tidak jauh dari pemukiman.

Akses jalan menuju Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa masih terisolir karena banyaknya material yang terserat gelombang laut yang pasang. "Malam ini, akses jalan menuju Desa Kunjir bisa dilalui, karena sudah dikerahkan alat berat," kata Plt Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, Minggu (23/12/2018).

Di Desa Waymuli, didirikan posko penanggulangan bencana serta dapur umum untuk mempermudah bantuan bagi korban gelombang tinggi. "Posko dan dapur umum sore ini didirikan," ujarnya.

BERITA LAINNYA


EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR