Tangerang (Lampost.co) -- Korban tewas akibat ledakan pabrik kembang api di Kosambi bertambah menjadi 50 orang. Siti Fatimah dini hari tadi mengembuskan nafas terakhirnya setelah lima hari mendapat perawatan intensif di ruang ICU RSUD Kabupaten Tangerang.

Staf Humas RSUD Tangerang Lili menjelaskan, Siti dinyatakan meninggal pukul 02.35 WIB pada Selasa 31 Oktober 2017. "Jenazah sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan," kata dia di Tangerang, Banten.

Menurut Lili, jenazah Siti dibawa keluarganya pukul 07.00 WIB. Jenazah dibawa ke rumah duka di Kampung Salembaran Jati, Kelurahan Salembaran Jaya, Kecamatan Kosambi, Tangerang sebelum dimakamkan.

Hingga saat ini, RSUD Tangerang masih merawat sembilan pasien korban ledakan pabrik kembang api di Kosambi.

Sebelumnya, pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses meledak pada Kamis 26 Oktober 2017. Diduga, ledakan dipicu percikan las yang menyambar bahan baku pembuatan kembang api.

Dalam kasus ini, polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka, mereka adalah pemilik PT Panca Buana Cahaya, Indra Liyono, Direktur Operasional Perusahaan Andria Hartanto, dan tukang las Suparna Ega.

Indra dijerat Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian dan Pasal 74 junto 183 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Indra juga diduga mempekerjakan anak di bawah umur.
 
Sementara itu, untuk Egi dan Andria dikenakan Pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian dan Pasal 188 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kebakaran.

EDITOR

Winarko

TAGS


KOMENTAR