KALIANDA (Lampost.co) -- Masyarakat Desa Banyumas, Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan, yang terserang diare karena di duga keracunan makanan bertambah lagi mencapai 470 orang.

Kepala Puskesmas Candipuro, Sunardi mengatakan seleuruh pasien yang terserang diare mencapai 470 orang meliputi rawat jalan dan rawat inap. "Seluruh pasien yang kami tangani sebanyak 470 orang," kata dia, Jumat (6/7/2018).



Dihari ketiga, posko kesehatan yang berada di Desa Banyumas, resmi ditutup, pelayanan di fokuskan di Puskesmas Candipuro. "Hari ketiga pasien di rawat sudah banyak yang membaik dan sudah pulang," kata dia.

Seluruh pasien yang di rawat di Posko kesehatan sudah dipindahkan ke Puskesmas Candipuro. "Seluruh pasien di posko kesehatan sudah dipindahkan kesini semua," ujarnya.

Pihaknya belum mengetahui penyebab ratusan warga terserang diare, karena belum ada hasil uji laboratorium. "Belum tau penyebabnya, karena hasil lab belum keluar," ujar dia.

Kepala Desa Banyumas, Gunawan mengatakan berterima kasih banyak kepada semua pihak yang sudah membantu warganya yang terkena musibah. "Kami mengucapkan banyak terima kasih, sudah membantu warga disini," ujar dia.

Baca Juga:

Kepolisian Selidiki Kasus Penyebab Warga Terserang Diare

Data dari Dinas Kesehatan setempat pasien Jumat (6/7/2018) pukul 14.45, pasien rawat jalan 276 orang, pasien pulang 117 orang, pasien masih dirawat 77 orang, pasien dirawat di RSU Bob Bazar Kalianda 36 orang, puskesmas Candipuro 26 orang, puskesmas Sidomulyo 5 orang, dan klinik medikal swasta 10 orang.

EDITOR

Adi Sunaryo

TAGS


KOMENTAR