LIWA (lampost.co) -- Rumah Sukarman alias Kowong yang menjadi korban perampokan di Pemangku 5 Pekon Argomulio, Kecamatan Batu Ketulis, Lampung Barat ternyata kesehariannya memiliki rumah tinggal di Sp.Luas, kecamatan setempat.

Akan tetapi dirinya juga memiliki usaha kebun kopi yang tergabung dalam program HKm dengan lokasinya masuk dalam wilayah Hutan Lindung Register 43B Krui Utara atau berbatasan dengan BKSDA Sumatera Selatan hutan Margasatwa Gunungraya.



Hal itu dijelaskan oleh Abdul Jalal selaku kepala resort register 17B Sararukuh dan register 43B Krui Utara KPHL II Liwa Dinas Kehutanan Provinsi Lampung.

Menurutnya, rumah tinggal milik korban ada di Sp.Luas. Sedangkan di Pekon Argomulio ini yang bersangkutan hanya tinggal sementara untuk keperluan memanen kopi miliknya sekaligus berusaha sebagai pedagang pengumpul.

Karena kondisi rumah di kawasan itu bukan bangunan permanen maka itu tidaklah menyalahi aturan.

Sesuai aturan, kata dia, para penggarap HKm tidak diperbolehkan membangun rumah secara permanen dalam kawasan HL. "Karena rumahnya terdiri papan dan bukan termasuk permanen maka itu tidak ada masalah," kata Jalal.

Kowong merupakan korban perampokan bersenjata api yang terjadi Senin (3/9/2018) di Pekon Argomulio, Kecamatan Batuketulis, Lampung Barat.

Akibat aksi itu, korban mengalami kerugian uang tunai Rp90 juta dan 40 gram emas.

Dalam kejadian perampokan itu, awalnya terdengar suara sebuah sepeda motor datang. Bersamaan itu muncul empat orang tidak dikenal menggunakan jaket hitam dan cadar mendobrak pintu warung.

Setelah berhasil mendobrak pintu, pelaku masuk dan menodongkan senjata api kepada korban. Kemudian mengikat tangannya dengan menggunakan tali rafia. Setelah itu pelaku langsung mengambil uang dan emas milik korban.

 

EDITOR

Ricky Marly

TAGS


KOMENTAR