BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Korban penipuan umrah fiktif yang dilakukan terdakwa Herlina Chiba (44), terhadap puluhan korbannya kecewa lantaran putusan Majelis Hakim hanya memvonis pelaku selama Satu tahun 10 bulan (20 bulan) kurungan penjara. Hal ini terungkap dalam persidangan yang di Gelar di Pengadilan Negeri, Kelas 1A, Tanjungkarang, Selasa (19/9/2017).

"Menjatuhkan hukuman pidana terhadap terdakwa Herlina Chiba selama Satu Tahun Sepuluh Bulan penjara dikurang selama terdakwa berada dalam tahanan," ujar Hakim Ketua Nirmala Dewita.



Vonis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa yang memvonia tersakwa selama 2 tahun 6 bulan (30 bulan) kurungan Penjara.

Usai persidangan, puluhan keluarga yang merasa tertipu kecewa, mereka meminta Majelis Hakim mengabulkan permintaan mereka dengan memvonis terdakwa seberat-beratnya. "Niatnya ibadah malah kena tipu, vonisnya ringan lagi, cari duit nggak mudah sekarang," ungkap Susmala Devi dengan nada kecewa.

Devi meminta aparat kepolisaan mengusut aset milik terdakwa, dengan tujuan mengembalikan uang para korban yang telah ditipu oleh pelaku Herlina. "Kami tetap meminta uang yang sudah kami bayarkan dipulngkan lagi. Makanya kami minta polisi untuk menelusuri aset milik dia (terdakwa)," katanya.

Karena tidam puas atas vonis tersebut, Devi bersama korban lainya mengajukan banding usai sidang digelar. "Sudah kami ajukan bandingnya, pokoknya nggak terima," katanya.

Dalam tuntutan Jaksa Rama Efran, Menuntut Herlina Chiba (44) merupakan terdakwa penipuan terhadap puluhan calon jamaah umrah di Provinsi Lampung.
Menurut

Jakasa, terdakwa Herlina Chiba terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang dilakukan secara berlanjut sebagai mana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan akternatif pertama pasal 378 KUHP pidana  Jo pasal 64 Ayat (1) KUHP Pidana.

EDITOR

Sri Agustina

TAGS


KOMENTAR